--> 2023-04-30 | CITY

Search This Blog

Powered by Blogger.

Pages

5/03/2023

Cara mendapatkan artikel gratis

Cara mendapatkan artikel gratis

4/30/2023

no image

Siaran Radio Memang Seru

Penyiaran radio adalah bentuk jurnalisme yang menarik karena memungkinkan seseorang untuk menghargai rekaman suara dan penggunaan waktu siaran.


Jika ada satu hal menarik dalam hidup yang mengasyikkan adalah mendengarkan suara Anda di ruang udara.


Penyiaran berita baik untuk radio maupun televisi berbeda dengan media cetak karena menekankan pada KETEPATAN WAKTU sehingga mengubah gaya penulisan berita.


Dalam dunia penyiaran, khususnya radio, breaking story mendapat prioritas utama, yang membuat SEGERA lebih dihargai dibandingkan nilai berita lainnya dalam penyiaran dibandingkan dengan media cetak.


Penyiaran radio, dari pengalaman yang didapat, sedikit berbeda gayanya dengan media cetak.


Gaya percakapan digabungkan dengan tulisan yang rapat dan kejelasan lebih ditekankan dalam penyiaran radio.


Peristiwa terkini seringkali menjadi faktor penentu dalam penyiaran radio karena dapat digunakan sebagai siaran berita.


Hal ini menyebabkan media penyiaran disebut sebagai media “kini” dibandingkan dengan media cetak.


Ketepatan waktu sebagai salah satu nilai baru terbesar menjadi faktor penentu MENGAPA sebuah berita harus disiarkan.


Waktu atau kekurangannya, menentukan BAGAIMANA sebuah isu dapat dilaporkan atau disiarkan.


Waktu tayang sangat berharga dalam penyiaran karena lebih menekankan pada APA dan DI MANA daripada MENGAPA atau BAGAIMANA.


Penyiaran berkaitan dengan INFORMASI daripada PENJELASAN.


Dan sebagian besar cerita harus diceritakan dalam 20 hingga 30 detik dan tidak ada cerita yang dapat berjalan lebih dari dua menit.


Tidak seperti media cetak, penyiaran berbeda terutama mengingat teknologi yang terlibat.


Item berita dipilih untuk radio karena reporter telah merekam laporan audio di tempat kejadian.


Beberapa berita dipilih untuk ditayangkan di televisi karena menarik secara visual.


AKTUALITAS yang merupakan kata-kata yang direkam langsung dari sumbernya yang akan melihat kejadian itu, mempengaruhi atau berpartisipasi dalam kejadian itu membuat penyiaran radio menjadi unik dibandingkan dengan media cetak.


Penyiaran radio bergantung pada SOUND BITES. SOUND BITES adalah rekaman suara orang yang langsung diajak bicara oleh reporter; mereka yang terlibat atau melihat kejadian itu.


Reporter dapat mengabadikan SOUND BITE dengan berbicara kepada orang-orang yang melihat atau mengunjungi area tempat terjadinya suatu peristiwa menggunakan teknologi telepon, ponsel, Skype dari studio.


Orang-orang yang terlibat dalam SOUND BITE juga dapat mencakup pejabat pemerintah, politisi dengan kepentingan lokal, saksi mata, dan mereka yang tiba di tempat kejadian.


Dalam penyiaran radio wartawan didorong untuk “menulis sebagaimana mereka berbicara”, dan hal ini mengarah pada GAYA PERCAKAPAN yang sederhana dan informal.


Apa kunci dalam penyiaran adalah mengetahui bahwa Anda sedang berbicara dengan orang-orang, jadi beri tahu mereka APA yang terjadi.


Beri tahu APA yang baru saja Anda lihat. Dalam pelaporan siaran radio kami menggunakan kalimat sederhana dan pendek, dengan kata kerja "transitif" dalam suara aktif.


Ini adalah beberapa seluk beluk siaran radio yang saya senang ikuti selama hari-hari saya di lapangan.


Menulis dengan gaya percakapan dalam reportase siaran radio tidak berarti seseorang dapat menggunakan bahasa gaul atau bahasa sehari-hari atau memilih untuk tidak sesuai dengan tata bahasa.


Gaya percakapan memungkinkan penggunaan fragmen kalimat dan kalimat terpotong, yang terkadang dirangkai secara longgar dan dapat dimulai dengan dugaan seperti "dan" atau "karena".


Article Source: http://EzineArticles.com/10428663
Contoh komunikasi non verbal

Contoh komunikasi non verbal


Komunikasi NON-VERBAL adalah komunikasi yang berlangsung secara diam tanpa suara vokal dan dapat berupa bahasa tubuh, isyarat, simbol dan suara.Ketika sikap bahasa pembicara sesuai dengan isi perkataannya, pendengar langsung tahu bahwa pembicara jujur ​​dan tulus dalam apa yang dikatakannya.
Komunikasi kadang-kadang dapat terjadi melalui benda-benda seperti ruang wawancara, sertifikat di dinding, ukuran meja di belakang jenis karpet, pakaian orang tersebut dan telepon seluler yang dimilikinya.

Objek di sekitar seseorang menunjukkan statusnya, seberapa sukses dia, dan penghargaan apa yang harus diberikan padanya.

Bahasa adalah kendaraan melalui mana pesan dapat disebarluaskan kepada khalayak yang dituju.

Bahasa bisa bersifat konatif; 
Implikatur yang dibawa oleh bahasa adalah sesuatu yang tidak perlu ditekankan secara berlebihan. Seseorang dapat meneteskan air mata, tersenyum, masam bulan, mengencangkan wajah, kekesalan perak, runtuh atau mendapatkan kepercayaan diri.

Ini termasuk nada pembicara, kecepatan dia berbicara, volume yang dia pertahankan, kualitas suara (pitch), dan gerakan yang dia lakukan untuk membuat kata-katanya bermakna.

Tindakan fisik berkaitan dengan ruang dan lingkungan sekitarnya. Tindakan fisik menarik perhatian dan karena itu penting bahwa tindakan hanya untuk membantu komunikasi yang efektif.

Tindakan tersebut dapat mengekspresikan kepribadian pembicara dengan lebih baik sekaligus menciptakan suasana hati yang baik di antara penonton. Dengan demikian gerakan dan isyarat yang tidak berarti, mekanis atau stereotip harus dihindari.

Elemen terpenting dari tindakan fisik adalah postur, gerakan, gerak tubuh, dan ekspresi wajah.

Gerakan biasanya menarik perhatian, jadi dosen atau komunikator harus memastikan bahwa mereka tidak mengalihkan perhatian pendengar dari apa yang Anda katakan.

Gerakan yang efektif itu alami, cocok dengan bahasa, suara, dan makna pembicara. Gerakan yang tidak efektif sering terlihat ketika pembicara berjalan mondar-mandir tanpa tujuan.

Kurangnya gerakan secara umum mungkin tidak wajar. Gerakan yang memiliki tujuan, bermakna, lengkap, dan sesuai, jika memiliki makna bagi audiens atau pendengar, akan menarik perhatian yang baik dan berkontribusi pada komunikasi yang efektif.

Gerakan adalah ilmu gerakan dan berbicara banyak tentang seseorang. Ketika bagian tubuh digerakkan, gerakan dibuat. Misalnya gerakan lengan, tangan, kepala, bahu atau kaki. Mereka dapat diklasifikasikan sebagai berikut;

Gerakan deskriptif: ini biasanya menunjukkan makna baik secara langsung maupun tidak langsung. Isyarat simbolis: ini dapat mencakup tanda-tanda seperti mengepalkan terlebih dahulu (untuk menunjukkan kekuatan, tekad, kekuatan atau kemarahan).

isyarat lokasi: ini menunjukkan tempat, posisi, atau arah. Gerakan empatik: ini digunakan ketika ide perlu ditekankan atau ditetapkan. Gerakan dramatis atau imitatif: Ini adalah gerakan yang digunakan oleh pembicara ketika dia ingin meniru seseorang.