--> 2022-06-05 | CITY

Search This Blog

Powered by Blogger.

Pages

6/10/2022

simple design black and white colors

simple design black and white colors

Relaxkan pikiran dengan ide dan gagasan baru memberikan dampak posistif pada kesehatan mental.oleh karena itu memiliki hobi melukis memberikan kebahagian tersendiri bagi saya berikut ini gambaran visual tentang imajiner.














6/09/2022

Kiat-kiat Sukses menghadapi Ujian Nasional

Kiat-kiat Sukses menghadapi Ujian Nasional

Apa yang dipikiran ketika kita memasuki Ujian Nasional,,?nah pastinya berbagai macam demensi pikiran bermacam -macam yang
menghampiri anda,untuk itu Saatnya membuat peta kemampuan dari setiap mata pelajaran sehingga anda mudah melangkah serta memacu kemampuan diri.
Artinya,Apa yang anda rasakan saat menghadapi UN (Ujian Nasional) kita juga dapat mengoptimalkan Kiat-kiat sukses menghadapi ujian. untuk menjawab soal-soal tersebut:


● Pertama anda Maksimalkan belajar ya,, belajar,belajar dan itulah yang harus dilakukan, Belajar ekstra keras serta disiplin yang terus-menerus harus dilakukan. belajar bisa dengan belajar belajar mandiri,kelompok,privat,les ingatlah tidak ada yang sulit jika mau belajar dan berlatih terus-menerus.

Positive thinking dan positive Feeling.Artinya,Apa yang dipikirkan dan dirasakan saat ini, dengan Ujian Nasional sangat Menentukan hasilnya nanti.bila anda berpikir baik dan merasa positif saat menghadapi Ujian Nasional nantinya juga positif.dan begitu sebaliknya.

● Hati-hati dengan jawaban komputer(LJK)cara Menyikapinya diantaranya, menyiapkan dan membawa alat tulis milik pribadi untuk LJK, hindari kesalahan mengisi data pribadi dan jawaban di LJK pada kolom yang telah ditentukan sesuai petunjuk,setelah itu,slalu berhati-hati ketika menebalkan atau menghitamkan pilihan jawaban,dan yakinkan setiap jawab terbaca oleh device komputer. jika telah selesai periksa kembali LJK tersebut dan cocokkan data pribadi dengan kartu peserta ujian.Teliti kembali jawaban sebelum anda mengumpulkannya kepada pengawas. kemampuan menjawab benar harus disertai dengan pengisian LJK yang benar pula.

● Ketika ujian nasional cara praktis ketika sedang menghadapi soal Ujian Nasional,lakukan doa menurut kepercayaan anda.selanjutnya mencermati soal dengan seksama. segera tandai soal-soal yang anda yakini mudah dan pastikan benar bila dikerjakan.Ingat,berusaha mengerjakan soal selalu menurut urutan nomor soal.

● Yang terpenting dari itu semua adalah. Manusia hanya bisa merencanakan, tuhan jualah yang menentukan. perbanyak mendekatkan diri kedapa Tuhan yang  maha esa baik itu sebelum maupun ketika dan sesudah Ujian Nasional,serta mohon restu orang tua.

6/08/2022

Syarat yang pertama sekali agar doa dikabulkan

Syarat yang pertama sekali agar doa dikabulkan

Kita selalu berhubungan dengan Tuhan yang Maha agung jangan pernah mengira bahwa jembatan Antara Allah swt,dengan kita telah terputus,Suara yang lembut merupakan Etika yang sangat mulia.ini menunjukan sebuah ketundukan dan adab.kenapa demikian?

Imam Ahmad bin hanbal berkata, Suatu hari aku sedang melakukan Thawaf di ka'bah.ketika itu aku melihat seorang lelaki yang juga sedang Thawaf. aku mendengar dia berkata,Ya Tuhan, Pakaianku sangat sederhana sebagaimana yang engkau lihat.istriku adalah wanita lemah sebagaimana yang engkau lihat.putriku juga wanita lemah seperti yang engkau lihat wahai Dzat yang melihat apa yang tidak dilihat orang


Melihat keadaan lelaki itu imam Ahmad merasa kasihan. Lalu memberikan lima dirham dan memberikan kepada lelaki itu.namun,lelaki itu menolak dan berkata,Apa ini,Wahai imam?tidak Aku tidak membutuhkan ini aku bukan orang miskin, aku orang kaya yang berasal dari negeri fulan dan aku pemilik harta yang ada disana.dan imam Ahmad terheran mendengarkan jawabannya.dan bertanya kepadanya lantas, kenapa kamu melakukan semua ini?
Imam, Allah swt sangat suka jika hambaNya memohon kepadanya dengan penuh kerendahan dan memelas. aku pun ingin menjadi orang hina di hadapan Allah swt, Agar Allah memberikan rezeki yang lebih banyak lagi.

Saat berdoa Rassullah menegadahkan tangannya seraya menundukkan kepalanya kepada allah,sampai para sahabat berkata,ketika Rasulullah berdoa,kami sampai melihat ketiaknya yang putih

Lemahlah dihadapan Allah,maka Allah memberikan kekuatanNya kepada kita.Katakanlah kepada Allah Duhai Dzat yang maha Agung lagi maha perkasa,orang yang hina ini tidak punya siapa-siapa melainkan Engkau ya Rabb.Duhai Dzat yang mahakaya,orang miskin ini tidak punya apa-apa melainkan Engkau.duhai Dzat yang maha kuat aku hanya mengharapkanMu.

Para ulama mengatakan bahwa doa yang paling bagus adalah

● Ya Allah,Sesungguhnya kami memohon keperkasaanMu dari kehinaan kami ini.dan kami memohon kekuatanmu dari kelemahan kami ini dan kami memohon kekayaanMu dari kemiskinan kami ini.

Dari sini kita menarik kesimpulan bahwa Syarat yang pertama sekali agar doa dikabulkan adalah yakin bahwa doa Akan dikabulkan.

6/07/2022

Istilah hypergamy dalam sosial

Istilah hypergamy dalam sosial

Jika kita analisis kenapa wanita memiliki kecenderungan untuk memilih pasangan mereka yang lebih dari mereka..!dalam ilmu sosial ada yang namanya istilah HYPERGAMY.

Istilah hypergamy dalam sosial Yang mana praktek Hypergamy ini sudah umum kita temukan didalam kehidupan.memilih pasangan yang lebih dari dirinya sendiri.

Namun bagaimana cara dapatin pasangan yang lebih dari diri kita,?dari segi kecantikan, harta,dan memiliki prestasi dan karya.

Arti lebih ini tidak terpaku tidak hanya terpaku dalam satu hal saja.dalam memilih pasangan biasanya yang dipertimbangkan oleh
wanita ada tiga faktor yaitu Fisik,Harta,dan Status.

Fisik disini mencakup mimit wajah,postur tubuh dan tinggi badan,kenapa wanita suka dengan pria yang good looking ini ada alasan ilmunya juga.


Merangkum dari teori DiEvolutionary Psychology.Wanita cenderung memilih pasangan yang memiliki fisik bagus.sebab secara Alamiah wanita memiliki pertimbangan yang tepat dan untuk keturunan mereka wanita ingin saat memiliki anak nanti mereka juga dapat Gen yang bagus dari ayahnya.wajah ganteng,tubuh tegap,dan badan tinggi ini cerminan yang bagus tadi.

Harta ini dibutuhkan wanita agar bisa menjamin kesejahteraanya.Saat hidup bersama pasanganya.

Zaman sekarang,wanita memiliki Rasa aman didapat dari pria yang bertanggung jawab dan bisa memenuhi kebutuhan hidup siwanita.

Status biasanya ini juga nilai dari wanita misalnya kita memiliki karya-karya atau pekerjaan seniman,tokoh masyarakat artis,atlet.

Dan sedikit dari mereka ini memiliki harta yang melimpah namun yang jelas mereka.
memiliki citra baik dilingkungannya jadi wanita yang berpasangan sama mereka juga akan dihormati dan disegani buat wanita ini juga suatu keistimewaan tersendiri.

Kabar baiknya jika kita merasa kurang disalah satu dari tiga tersebut.saatnya kita sekarang meningkatkan salah satu dari hal tersebut.yang tentu peluang untuk kita bisa mendapati pasangan yang levelnya lebih tinggi.

6/05/2022

no image

Sejatinya kita berusaha

Putus Asa merupakan salah satu sifat yang tercela dalam pandangan Allah Swt danrasulNya.

Karena putus asa seringkali membuat kita kehilangan semangat untuk berusaha bahkan kasih sayang Allah swt.Padahal,segala kesuksesan hidup dan kelezatan rezeki yang kita peroleh dari Allah Swt,tidak Akan datang dengan sendirinya.

Tanpa adanya usaha serta ikhtiar membuat kita mudah putus Asa. 

Didalam perjuangan untuk mencapai cita-cita.maka hal tersebut akan membuat kita mengalami gangguan mental lainnya,dalam kehidupan dan pada akhirnya membuat kita lemah dan kurang bergairah.

Putus Asa seringkali terjadi akibat suatu kegagalan yang terjadi dalam hidup.apalagi jika kita memiliki exspektasi yang tidak sesuai dengan keinginan.

Maka perjuangan yang dilakukan tanpa disertai Tawakal atau berserah diri kepada Allah swt.Atau bisa juga terjadi oleh karena pemahaman kita salah tentang takdir dan nasib.dan mengganggap bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri manusia telah ditentukan oleh Allah Swt.karenanya tanpa usaha pun kalau Allah Swt menghendaki sesuatu pasti terjadi.

Anggapan tersebut sering tergiang ditelinga kita
memang walaupun segala sesuatu sudah ditentukan oleh Allah Swt.

Tapi wajib berusaha
soal berhasil atau tidaknya itu urusan Allah swt.
sejatinya kita berusaha walaupun kita tetap akan bergairah berusaha, sekalipun hasil yang diinginkan masih jauh.

Nah,,jika usaha tersebut berhasil kita akan bersyukur kepada Allah swt,jika sebaliknya kita gagal apakah kita tetap akan bertawakal kepadaNya.

jika iya maka kita akan mudah terus meningkatkan usaha,karena mungkin saja di lain waktu usaha kita akan berhasil
bersemangatlah.

Putus Asa sebenarnya adalah kurang penuh kepercayaannya kepada Allah dan terhadap diri.Namun datangnya nasib yang menimpa kita sangat tergantung kepada usaha:

Sesuai dengan firman Allah Swt.

(QS.ar Ra'd : 11) Sesungguhnya
Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada dirinya mereka sendiri.

Dapat disimpulkan  Ayat ini memberikan petunjuk bahwa segala kesuksesan yang kita peroleh dari Allah swt.sangat tergantung kepada usaha kita.karenanya kita wajib terus positive thinking.jangan berputus asa sekalipun kita mendapatkan kegagalan.rintangan hidup merupakan batu loncatan,jangan ragu menghadapi hidup dan jangan cemas menghadapi hari depan.karena baik dan buruk,sedih serta senang,sengsara serta bahagia,sudah merupakan ketentuan Allah swt.bukan kita yang menentukan, melainkan Allah swt semata.tindakkan kita hanyalah berusaha untuk mendapat ketentuan dari Allah swt sesuai dengan yang kita harapkan.

Segala daya upaya dikerahkan dan iktiar yang baik-baik kita lakukan semaksimal mungkin.jangan sekali-sekali kita melupakan bahwa disamping usaha yang kita lakukan,perlu berdoa serta bertawakal kepada Allah.
Karena jika nanti usaha kita gagal,kita tidak akan berputus asa,dan jika usaha kita berhasil kita tidak takabur dan sebaliknya kita akan bersyukur kepada Allah swt.dengan demikian lahirlah sikap hidup yang seimbang,yakni antara usaha yang Sungguh-sungguh dan berserah diri kepada Allah swt.
no image

Peran kakek Nabi Muhammad SAW dalam pengasuhan Abdullah.

Nabi Muhammad SAW. yang mulia dilahirkan dari pernikahan ayah beliau Abdullah bin Abdil Muththalib dengan Aminah bintu Wahhab. Disebutkan di dalam sejarah bahwasanya.


Abdul Muththalib bernadzar bahwa, Apabila saya punya anak,10 diantaranya laki-laki maka saya akan sembelih salah satunya.Pada zaman jahiliyyah,bersumpah merupakan salah satu bentuk bersyukur kepada Allah. Kenapa Abdul Mutthalib sampai berani bernadzar demikian? Karena pada saat menggali sumur zamzam.

Abdul Muththalib baru memiliki seorang anak yaitu Al-Harits. Sehingga ketika dia diusik oleh orang-orang Arab yang lain dia tidak bisa melawan,sebab anak laki-lakinya hanya satu.Karena itu dia berangan-angan mempunyai 10 anak laki-laki.
Akhirnya Allah mengabulkan sumpahnya,sehingga dia harus menjalankan nadzarnya. Akhirnya dia mengundi untuk menentukan siapa anaknya yang akan disembelih, maka keluarlah nama 

Abdullah, padahal dia sangat sayang kepada ‘Abdullah. Saat itu Abdul Muthalib mengatakan: Ya Allah,dia atau 10 ekor unta?” Kemudian dilemparkanlah nama anaknya dan unta. Maka yang keluar nama ‘Abdullah. Maka dia berkata lagi: “Ya Allah, anakku atau 10 ekor unta?” Dilemparkan lagi nama anaknya tersebut dan unta, ternyata keluar lagi nama ‘Abdullah. Sampai lemparan yang ke-10 barulah keluar nama unta. Dari situlah akhirnya dia tidak jadi menyembelih anaknya yaitu ‘Abdullah dan menggantinya dengan 100 ekor unta. Dari sinilah para ulama menjelaskan bahwa apabila seseorang membunuh orang lain kemudian dia diwajibkan membayar diyat (denda/tebusan pembunuhan), maka dia harus membayar dengan menyembelih 100 ekor unta.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga ‘Abdullah, karena ‘Abdullah adalah bapaknya Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam.
Adapun ibunda Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam, bernama Aminah bintu Wahb bin ‘Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab.Nasabnya bertemu dengan nasab ayah Nabi pada Kilab.
Ada riwayat-riwayat dusta tentang ‘Abdullah, diantaranya disebutkan bahwa tatkala ‘Abdullah sudah menikahi Aminah ternyata dia memiliki istri yang lain. Ada yang mengatakan ‘Abdullah memiliki pacar wanita pezina atau wanita yang ditawarkan kepadanya untuk digauli.

suatu pernikahan yang dinamakan dengan istibdha, yaitu seorang lelaki memiliki istri yang tatkala istrinya haidh, ditunggu sampai bersih lalu diberikan kepada laki-laki yang dianggap nasabnya baik agar dia memiliki keturunan yang bagus, setelah itu dikembalikan kepada suaminya dan ditunggu sampai istrinya hamil kemudian digauli oleh suaminya sendiri.

Ada juga riwayat yang lemah dan palsu yang menyebutkan bahwa ‘Abdullah ketika mendatangi wanita ini (istrinya yang lain atau wanita pezina atau istri orang lain yang minta digauli), wanita ini melihat ada cahaya di wajah ‘Abdullah, namun ‘Abdullah tidak sempat menggauli wanita tersebut dan malah pergi menggauli Aminah istrinya. Setelah menggauli Aminah maka ‘Abdullah kembali ke wanita tadi, ternyata cahayanya sudah hilang dan wanita itu pun menolaknya.
Ini adalah contoh kisah-kisah dengan riwayat yang lemah dan tidak bisa dijadikan sebagai dalil (Lihat As-Sirah An-Nabawiyah As-Shahihah 1/94-95).

Sebagian orang terlalu ghuluw (berlebih-lebihan) dalam masalah ini,ingin menjelaskan bahwasanya Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam itu bercahaya, dimana cahaya tersebut berasal dari ayahnya. Kemudian tatkala ayahnya berhubungan dengan ibunya maka cahaya tersebut menetap di Nabi. Maka ini adalah kisah yang ghuluw dan tidak benar. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam memang bercahaya tetapi bukan cahaya sebagaimana sinar yang keluar dari tubuhnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam:
 يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا (45) وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُّنِيرًا
● Wahai Nabi,Kami mengutus engkau sebagai pemberi saksi, sebagai pemberi kabar gembira dan sebagai pemberi peringatan (45) Dan menyeru kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sebagai lampu yang bercahaya (46) [Al-Ahzab 45-46]
Benar bahwa Nabi sifatnya bercahaya (memberi cahaya), tapi maksud Allah bukan seperti cahaya lampu yang sebenarnya,tetapi ajaran Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah yang penuh dengan cahaya.

Oleh karena itu, sebagian orang berlebih-lebihan terhadap Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam. Mereka mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam tidak mempunyai bayangan, karena tubuh beliau bercahaya sehingga ketika terkena sinar matahari, sinar matahari tersebut terpantulkan kalah dengan cahaya Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam. Namun kisah semacam ini tidaklah benar. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bercahaya biasa, yaitu wajah beliau indah, luar biasa tampan, beliau putih dan indah dipandang, namun bukan bermakna ada sinar yang keluar dari tubuh beliau.

Perhatikanlah persaksian bunda ‘Aisyah radhiyallahu Ta’ala ‘anha dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim di bawah ini
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ : كُنْتُ أَنَامُ بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم -وَرِجْلايَ فِي قِبْلَتِهِ- فَإِذَا سَجَدَ غَمَزَنِي , فَقَبَضْتُ رِجْلَيَّ ، وإِذَا قَامَ بَسَطْتُهُمَا ، وَالْبُيُوتُ يَوْمَئِذٍ لَيْسَ فِيهَا مَصَابِيحُ
‘Aisyah berkata: “Saya tidur di depan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam, tatkala beliau akan sujud maka beliau memegang kakiku (agar kaki ‘Aisyah dilipat supaya ada tempat untuk sujud Nabi, karena rumah Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam kecil –pen), tatkala itu rumah-rumah tidak ada lampunya. (HR Al-Bukhari no 382 dan Muslim no 512)
Seandainya rumah Aisyah ada lampunya maka Aisyah akan menarik kaki Nabi sebelum beliau sujud, namun Aisyah menarik kakinya menunggu disentuh oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam. Kalau seandainya tubuh Nabi bercahaya seperti lampu, Aisyah tidak perlu menunggu disentuh terlebih dahulu agar menarik kakinya.Oleh karena itu, yang bercahaya adalah ajaran beliau dan bukan tubuhnya yang bercahaya.

Dalam hadits yang lain, Aisyah terjaga di malam hari kemudian dia mencari suaminya. Tiba-tiba Aisyah memegang kaki Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam dan Nabi pada saat itu dalam keadaan sujud.
Aisyah berkata :
فَقَدْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً مِنَ الْفِرَاشِ فَالْتَمَسْتُهُ فَوَقَعَتْ يَدِي عَلَى بَطْنِ قَدَمَيْهِ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ وَهُمَا مَنْصُوبَتَانِ
● Aku kehilangan Rasulullah pada suatu malam dari tempat tidur, maka akupun mencari beliau. Lalu tanganku menyentuh kedua telapak kaki beliau, sementara beliau sedang sujud, dan kedua telapak kaki beliau dalam kondisi tegak berdiri.” (HR Muslim  no 486)
Kalau seandainya Nabi bercahaya maka tidak perlu mencari-cari Nabi karena dengan sendirinya akan nampak. Namun jika yang dimaksud cahaya disini bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam putih adalah tampan maka ini benar. Tetapi kalau keluar lampu atau sinar dari beliau, maka ini tidak benar.
Oleh karena itu, orang-orang musyrikin zaman dahulu mengejek Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam, mereka mengatakan:
وَقَالُوا مَالِ هَذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ لَوْلَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُ نَذِيراً
● Dan mereka berkata, Mengapa Rasul (Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya (agar malaikat itu) memberi peringatan bersama dia’.” (QS Al-Furqan : 7)
Jadi, orang-orang musyrikin zaman dahulu berangan-angan kalau Rasul itu dari kalangan malaikat. Sekiranya dari tubuh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam keluar cahaya maka semua akan beriman, karena ini adalah mu’jizat. Realitanya adalah dari tubuh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam tidaklah keluar cahaya seperti yang dikatakan sebagian orang. Dan para Rasul seluruhnya pun demikian.
وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ ۗ 

●Dan Kami tidak mengutus para Rasul sebelummu (Muhammad) kecuali mereka memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar (sebagaimana manusia yang lain).” (QS Al-Furqān : 20)
Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam tatkala melempar jumrah saat musim haji, para shāhabat menaungi Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam dengan baju karena Nabi kepanasan.
Ummu Hushoin radhiyallahu ‘anhaa berkata :
حَجَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَّةَ الْوَدَاعِ، فَرَأَيْتُهُ حِينَ رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ، وَانْصَرَفَ وَهُوَ عَلَى رَاحِلَتِهِ وَمَعَهُ بِلَالٌ وَأُسَامَةُ أَحَدُهُمَا يَقُودُ بِهِ رَاحِلَتَهُ، وَالْآخَرُ رَافِعٌ ثَوْبَهُ عَلَى رَأْسِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الشَّمْسِ
●Aku berhaji wadaa’ bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Akupun melihat beliau tatkala beliau melempar Jamrotul ‘Aqobah beliau berlalu sambil menaiki tunggangannya. Bersama beliau ada Bilal dan Usamah, salah satunya menggiring tunggangan beliau, dan yang lainnya mengangkat bajunya di atas kepala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam karena terik matahari.” (HR Muslim no 1298)

Seandainya tubuh Nabi bercahaya dan cahayanya memantulkan kembali cahaya matahari tersebut maka Nabi tidak akan kepanasan, karena cahaya matahari kalah dengan cahaya Beliau shallallahu ‘alayhi wa sallam.
Cerita-cerita ini merupakan kisah yang lemah. Selain itu cerita-cerita ini merupakan bentuk celaan terhadap ‘Abdullah, bapak Nabi, seakan-akan bapaknya Nabi memiliki istri simpanan atau bergaul dengan pezina atau menerima wanita yang menuntut istibdha’ (ingin mencari bibit unggul). Kisah-kisah seperti ini tidak bisa dijadikan dalil.

Abdullah kemudian menikah dengan Aminah bintu Wahb dan istrinya akhirnya mengandung Nabi. Disebutkan bahwasanya bapak Nabi yaitu ‘Abdullah ketika sedang berdagang ke negeri Syam, beliau mampir ke kota Madinah kemudian sakit dan meninggal dunia lalu dikuburkan di Madinah. Ketika itu Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam masih dalam keadaan janin. Diantara hikmah Allah Subhanahu wa Ta’ala, adalah Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam dilahirkan dalam keadaan yatim sebagaimana Allāh Subhanahu wa Ta’ala sebutkan dalam Al-Quran:
أَلَمْ يَجِدك يَتِيمًا فَآوَى
Bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala mendapati engkau dalam keadaan yatim maka Allah menaungimu.” (QS Adh-Dhuha : 6)
Keyatiman yang sempurna adalah seseorang yang lahir dalam keadaan ayahnya sudah tidak ada.Ada pula orang yang status yatimnya menyusul, dia lahir di saat ayah dan ibunya masih hidup namun seiring berjalannya waktu ayahnya kemudian meninggal. Namun yatimnya Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah yatim yang sempurna dimana Muhammad dilahirkan pada saaat ayahnya sudah tidak ada.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata :
وَهَذَا أَبْلَغُ الْيُتْمِ، وَأَعْلَى مَرَاتِبِهِ

Ini adalah keyatiman yang paling puncak dan tingkatan yang tertinggi” (Al-Bidayah wa an-Nihaayah 3/383)
Kemudian tidak lama setelah itu ibunya juga meninggal dunia di saat beliau masih kecil.
Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam dilahirkan setelah ayahnya meninggal dunia. Para ulama menyebutkan hikmahnya yaitu:
⑴ Ada yang mengatakan bahwasanya agar tidak terjadi tuduhan yang mengatakan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam diajari oleh ayahnya, sementara kita tahu bahwa ayahnya berada dalam praktek kesyirikan, sebagaimana adat jahiliyyah, sehingga bisa jadi ada yang menuduh dengan berkata, “Apa yang dibawa Muhammad adalah dari adat jahiliyyah.” 

Namun Allah ingin Dia yang langsung mengurus Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam, sehingga tidak perlu kepengurusan ayahnya.
⑵ Ada yang mengatakan agar Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam tidak punya hutang budi kepada ayahnya.
⑶ Ada yang mengatakan bahwa untuk memberi pelajaran kepada anak yatim bahwasanya keyatiman bukanlah halangan untuk mencapai keberhasilan.
Apabila kita perhatikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam dirawat oleh ibunya dalam waktu yang cukup lama dan dirawat dengan sangat baik maka ini membuktikan bahwa peran ibu sangatlah penting. Apabila kita menengok sejarah para Nabi, kebanyakan mereka juga dirawat oleh ibu-ibu mereka, diantaranya:

Nabi Musa, di dalam Al-Quran disebutkan bahwa ibunyalah yang mengurusnya.

Nabi ‘Isa, yang diurus oleh ibunya Maryam.

Nabi Isma’il dirawat oleh Ibunya Haajar dan jauh dari ayahnya Ibrahim ‘alaihis salam

Karena itulah, peran ibu dalam mendidik anak amat sangat penting. Suatu hal yang penting pula, bahwa apabila seseorang hendak menikah agar mencari istri yang shalihah. Karena keberhasilan anak sangat tergantung kepada keberhasilan seorang ibu.Banyak ulama yang lahir dari tarbiyah/didikan ibu-ibu mereka.
 
Abdul Muthholib dianugerahi 10 putra dan 6 putri.
10 putra tersebut adalah : 1. Al-Haarits (putra tertua) dan ibunya adalah Shofiyyah binti Jundub, 2. Az-Zubair dan ibunya adalah Fathimah binti ‘Amr Al-Makhzumiyah, 3.’Abdul ‘Uzza (yang dikenal dengan Abu Lahab) dan ibunya adalah Aminah binti Haajr, 4. Al-Muqowwam dan ibunya adalah Haalah, 5. Dhiror dan ibunya adalah Natlah, 6. Abu Tholib dan ibunya adalah Fathimah binti ‘Amr Al-Makhzumiyah, 7. Hajl dan ibunya adalah Haalah binti Wuhaib, 8. Abdullah (ayah Nabi) dan ibunya adalah Fathimah binti ‘Amr Al-Makhzumiyah (yang menunjukan bahwa Abdullah saudara kandung seayah seibu dengan Az-Zubair dan Abu Tholib), 9. Hamzah dan ibunya adalah Haalah binti Wuhaib, 10. Al-‘Abbas dan ibunya adalah Natlah
Adapun 6 putri tersebut adalah :  1. Shofiyyah, 2. Ummu Hakim (yang dikenal dengan Al-Baidhoo’), 3. ‘Atikah, 4. Umaimah, 5.Arwa, dan 6. Barroh
(lihat Al-Lu’lu’ al-Maknuun fi shirat An-Nabiy al-Makmuun 1/62-63)